Kamis, 13 Oktober 2011

identitas negara

A. Pengertian identitas nasional
      Identitas nasional secara terminologis adalah suatu cirri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain.Berdasarkan perngertian yang demikian ini maka setiap bangsa didunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan,sifat,cirri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut.Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagai mana di jelaskan di atas maka identitas nasional suatu Bangsa tidak dapat di pisahkan dengan jati diri suatu bangsa ataulebih populer disebut dengan kepribadian suatu bangsa.secara umum beberapa unsur yang terkandung dalam identitas nasional antara lain:
1. Pola perilaku adalah gambaran yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari misalnya adat istiadat, budaya dan kebiasaan, ramah-tamah, hormat pada orang tua, gotong-royong merupakan salah satu sumber identitas nasional,
2. lambing-lambang adalah sesuatu yang menggambarkan tujuan dan fungsi Negara. Lambing ini biasanya dinyatakan dalam undang-undang misalnya lambing Negara dan lagu kebangsaan.
3. alat- alat perlengkapan adalah perangkat atau alat-alat perlengkapan untuk mencapai tujuan berupa abangunan, peralatan, dan teknologi.
4. tujuan yang ingin dicapai bersifat dinamis, dan tidak tetap.

B. Unsur pembentuk identitas nasional.
1. Sejarah
    Menurut catatan sejarah, sebelum menjadi sebuah Negara, bangsa Indonesia pernah mengalami masa kejayaan yang gemilang. Dua kerajaan seperti Majapahit dan Sriwijaya  misalny, pernah dikenal sebagai pusat-pusat kerajaan nusantara yang pengaruhnya menembus batas-batas territorial dimana kedua kerajaan itu berdiri.
2. Kebudayaan
    Aspek kebudayaan yang menjadi unsure pembentuk identitas nasionalmeliputi tiga unsure, yaitu akal budi, peradaban, pengetahuan.
3. suku bangsa
Kemajemukan merupakan identitas lain suatu Negara atau bangsa.

4. Agama
Keanekaragaman agama merupakan identitas lain dari kemajemukan alamiyah suatu Negara.

5. Bahasa
       Bahasa merupakan suatu identitas yang sangat penting walaupun bahasa Indonesia memiliki ribuan bahasa dearah, kedudukan bahasa indonesi sebagai bahasa penghubungbergabai kelompok etnis yang mendiami ribuan kepulauan di Indonesia memberikan identitas lain bagi bangsa Indonesia.

C. Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan.
      Pancasila adalah capaian demokrasi yang paling penting yang dihasilkan oleh para pendiri bangsa (fouding fathers) indonesia. Pancasila tidak lain merupakansebuah consensus nasional bangsa Indonesia yang majemuk. Pancasila merupakan symbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di mana pertemuan nilai-nilai (shared values) dan pandangan ideologis (shared ideas) terpaut dalam sebuah titik pertemuan yang menjadi suatu landasan bersama (coomon platform) dalam kehidupan sebagai sebuah bangsa. Kemajemukan pancasila dapat di lihat pada kelima silanya. Kelima sila pancasila pada dasarnya mewakili beragam pemikiran dan ke;lompok dominan di Indonesia pada paruh pertama abad ke-20. Sebagai wilayah yang terbuka bagi pertemuan berbagai budaya dan keanekaragamaan ideologi dunia saat itu. Indonesia merupakan wilayah yang subur bagi pertumbuhan berbagai aliran pemikiran dan pergerakan nasional dengan berbasis ideology yang beraneka ragam: nasionalisme, sosialisme, liberalism, islamisme, humanism dan sebagainya.

D. Globalisai, glokalisasi dan nasionalisme.
    Pada dasarnya globalisasi merupakan karakteristik hubungan antara produk bumi yang melampaui batas-batas konvensional seperti bangsa dan negara. Globalisasi yang mempengaruhi kehidupan antar bangsa dan negara di dunia bukan hanya tantangan, tetapi juga sekaligus merupakan peluang. Tantangan merupakan fenomena yang semakin ektensif yang mengakibatkan batas-batas politik, ekonomi antar bangsa menjadi sama begitu transparan.

     Globalisasi memiliki implementasi yang luas terhadap penghidupan dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ditinjau dari prespektif kebangsaan, globalisasi menimbulkan kesadaran bahwa kita merupakan warga dari suatu masyarakat global dan mengambil manfaat darinya, namun disisi lain, makin tumbuh pula dorongan untuk tumbuh lebih melestarikan dan memperkuat jati diri bangsa. Di era globalisasi, bangsa-bangsa bersatu secara mengglobal, tetapi bersamaan dengan itu muncul pula rasa kebangsaan yang berlebihan (cauvinisme) masing-masing bangsa. Hal inilah yang menyebabkan globalisasi merupakan era tekhnologi informasi, komunikasi .

      Glokalisasi adalah penyesuaian produk global dengan karakter pasar (lokal). Jadi, glokalisasi menjadi strategi yang muncul sebagai kritik terhadap konsep perdagangan bebas neoklasik, yang tidak lagi menspesialisasikan sebuah negara dalam satu produk sesuai dengan potensinya. Karena itu para produsen mengkondisikan sebuah negara (pasar) agar berada dalam satu latar belakang sosial-budaya yang sama dengan negara yang lain. Di ranah kajian budaya glokalisasi berarti munculnya intepretasi produk-produk global dalam konteks lokal yang dilakukan oleh masyarakat dalam berbagai wilayah budaya. Interpretasi lokal masyarakat tersebut kemudian juga membuka kemungkinan adanya pergesaran makna atas nilai budaya dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu medium yang digunakan dalam proses glokalisasi adalah bahasa. Bahasa mampu mendekatkan emosi hingga produk global terasa lokal.

D. Multikulturalisme dan nasinalisme.
     Pengertian multikultarisme.hal ini digunakan pada abad tahun 1950-an di kanada untuk menggambarkan masyarakat kanada di perkotaan yang multikural dan multilingual.namun demikian hal ini digunakan menjado konsep yang menyebar dan dipandang penting bagi massyarakat majemuk dan kompleks dunia,dan dikebangkansebagai strategi integrasi kebudayaan melalui pendidikan multikultural.
        Adapun hal yang sama betkaitan dengan multikulturalisme misalnya pluralismediversitas, heterogenitas,karakter masyarakat multikutural adalah toleran karena mereka hidup  berdampingan secara damai sehingga untuk menjaga jarak sosial perlu adanya jalinan komunikasi,dialog dan toleransi yag kreatif agar tercipta kedamaian yang hakiki.
Multikulturalisme di antara nasionalisme dan globalisasi
Dalam sejarahnya nasionalisme di Indonesia melalui beberapa tahap perkembangan. Tahap pertaman di tandai dengan tumbuhnya perasaan kebangsaan dan persamaan nasibyang diikuti dengan perjuangan melawan penjajah baik sesudah maupun sebelum kemerdekaan. Kedua, bentuk nasionalisme di Indonesia merupakankelanjutan dari semangat rovolusioner pada masa perjuangan nasional, dengan peran pemimpin nasional yang lebih besar. Ketiga, nasionalisme persatuan dan kesatuan. Kelompok oposisis atau kelompok yang tidak sejalan dengan pemerintah disingkirkan karena meraka akan mengancam persatuan dan stabilitas. Perbedaan di redam bukan dengan menyelesaikan pokok persoalannya tetapi di tindas dan disembunyikan di bawahkarpet


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar